Salam Lestari!

Kami Mapala UMNU Kebumen MATA JALA Mahasiswa Tadhabur Jelajah Alam

Tentang Kami

Perkenalkan Kami

MATA JALA UMNU KEBUMEN.

UKM Mapala MATA JALA (Mahasiswa Tadhabur Jelajah Alam) UMNU Kebumen

MATA JALA adalah kependekan dari Mahasiswa Tadhabur Jelajah Alam adalah UKM Mapala di Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen yang berdiri sejak 30 April 2016 yang bergerak dalam kegiatan olahraga alam bebas, sosial dan lingkungan dengan budaya yang tidak pernah pudar yaitu ikatan kekeluargaan yang sangat erat dari angkatan pendiri hingga angkatan terbaru, MATA JALA merupakan UKM / organisasi pertama kali berdiri di Kampus UMNU Kebumen.

Divisi

Gunung Hutan

Gunung Hutan merupakan salah satu divisi yang berkegiatan di bidang pendakian gunung. Pendakian gunung sendiri termasuk salah satu kegiatan olah raga alam bebas yang keras dan penuh petualangan sehingga dibutuhkan kecerdasan, keterampilan, dan kekuatan yang memadai. Kegiatan dalam divisi ini meliputi pembukaan jalur, teknik membaca peta, teknik hidup di alam bebas dan lain-lain.

Search And Rescue (SAR)

Search and Rescue (SAR) diartikan sebagai usaha dan kegiatan kemanusiaan untuk mencari dan memberikan pertlongan kepada manusia dengan kegiatan yang meliputi : Mencari, menolong, dan menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam bencana atau musibah. Mencari kapal dan atau pesawat terbang yang mengalami kecelakaan Evakuasi pemindahan korban musibah pelayara, penerbangan, bencana alam atau bencana lainya dengan sasaran utama penyelamatan jiwa manusia.

Berita

Tampilkan postingan dengan label mata jala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mata jala. Tampilkan semua postingan

Survivor Kehidupan menurut anggota Mapala MATA JALA UMNU Kebumen

 

Survivor Kehidupan



    Pada mulanya hidup berawal dari tidak ada menjadi ada ,pun dalam proses hidup semua yang menginginkan untuk tumbuh mereka berasal dari awal atau tidak mempunyai apa namun dengan proses yang membentur dibenturkan dan tak tahu kapan dan bagaimana menghampirimu dari semua hal yang kamu anggap beban pada proses awal ,seiring berjalannya waktu dirimu menyadari bahwa dibenturkan membuat jiwa dan ragamu diperkokoh pundakmu semakin kuat menanggung beban dalam hal apapun itu, sama halnya dalam rumah ini (MATA JALA) mereka yang berproses memulai dari awal dengan pengalaman yang minim kekayaan prespektif tentang sebuah idealisme benar dan salah setelah berproses melalui pendidikan yang tak  semua orang bisa melewatinya dengan sendiri namun dengan membuang egosentris dalam diri memulai sebuah ikatan baru dengan orang yang belum kita kenal  dalam malam yang dingin ,hujan, berkabut, dan gelap . Rasa untuk membantu menolong ikatan baru itu tanpa pamrih karena sebuah imbalan menunjukkan perlakuan itu dengan sendirinya bahkan merasakan sesak dan haru ketika melihat teman dalam ikatan itu dalam keadaan yang tidak sepantasnya tentang kebahagiaan ,tenanglah temanmu membantumu melalui pahit itu ungkap dalam batin setiap yang masuk dalam ikatan baru keluarga itu.

Bahagia selalu di  keluarga baru setelah berproses dalam pendidikan sampai penetapan ini namun tidak seperti itu proses dibenturkan oleh keadaan samping Kanan dan kiri terus berlanjut ,belajar,belajar dan belajar memahami orang lain dalam keluarga besar  ini yang bangga kusebut MAPALA MATAJALA semakin kompleks sampai pada akhirnya dirimu sadar memahami orang lain tanpa melihat jauh dirimu kedalam hanya sebuah idealisme yang kau kubur dalam yang pada setiap waktu bisa saja muncul, Hay kenalilah dirimu saat ini apa tujuan awal kamu mengawali sebuah ikatan keluarga besar ini, ciutkanlah ego  idealisme untuk orang lain sebab pasti akan membentur orang lain.

Sama halnya seperti survivor dalam bertahan hidup yang didapat dalam malam itu mau seperti apapun dalam bertahan hidup dengan mengikuti egomu, alam dengan sendirinya menamparmu dengan caranya ,siap atau tidak dirimu dalam melewati tamparan itu ,menerimalah keadaan itu berdamailah dengan diri sendiri ,keraslah pada dirimu namun berbaiklah dengan orang lain sebagaimana dirimu ingin diberi kebaikan , mari rawat rumah keluarga besar ini dengan berdamai dengan diri sendiri dan memberi yang terbaik dengan apa yang kita bisa lakukan. *Dzabir

SALAM LESTARI!! , MATAJALA ,JAYA JAYA JAYA!!!

Cerita Pengalaman menjadi Anggota Mapala MATA JALA UMNU Kebumen

 

SECUIL KELUARGA MUNGIL WISHASTA by  MAPALA MATAJALA UMNU KEBUMEN

 


Halo kak! Sebelumnya aku akan menulis sebuah kutipan kecil yang terinspirasi dari lubuk hati yang paling dalam. Sebelumnya terima kasih untuk semua kakak pendiri, dan seluruh senior. Izinkan aku menceritakan pengalamanku dan menuliskan seluruh hal yang ingin kusampaikan. Oke langsung saja

 

Semua cerita berawal dari minatku terhadap UKM MAPALA MATAJALA. Sebenarnya bukan karena aku merasa bahwa fisik yang aku miliki ini kuat. Bukan juga tentang hobi yang melekat. Aku, Wafi Maulida Laeli, kelahiran Kebumen, 06 Juli 2002 yang memang dari awal sudah langsung jatuh cinta semenjak ada suara yang menyebut kata MATAJALA. Memang sih dari SMA aku punya keinginan suatu saat jika aku meneruskan sekolah di perguruan tinggi, aku ingin mengikuti sebuah UKM yang mengabdikan semangatnya untuk Alam. Nah, pas banget nih aku ketemu sama kakak yang sangat cantik lalu memutuskan untuk bergabung ke dalam UKM MAPALA MATAJALA. Mulai dari situ aku bukannya tambah semangat namun tambah insecure. Karna pada dasarnya ini pengalamanku yang pertama kali, bergabung dengan orang- orang hebat. Bahkan setiap meet up aku pun tidak pernah ikut. Alasannya sepele, Cuma karna bebarengan dengan jam kerja atau paling sering ya karna sakit.

Surat pemberitahuan tersampaikan padaku, stay diksar 25  Februari sampai selesai. Sebelumnya kakak senior mengadakan latihan fisik di kampus, lagi- lagi aku nggak bisa ikut karena harus isolasi mandiri. Bahkan aku belum tau menau soal diksar itu. Yang aku fikirin ya layaknya camping. Menaiki sepeda motor, berjalan naik turun bagiku itu bukan hal yang menyebalkan, aku sangat suka walaupun terkadang perutku suka kambuh. Kecapean sedikit langsung demam. Itulah aku hehe,  Selama diksar, banyak hal yang ku temui, yang pertama adalah Keluarga baruku. Yah betul, nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan. Aku merasa menjadi orang paling beruntung, ketika dalam sekejap aku memiliki keluarga yang sangat kubanggakan. Suka duka dalam beberapa malam mampu terbendungi dan tertata dengan rapi. Belum sempurna, tentu bukan berarti aku dan keluarga baruku tidak memiliki kesalahan. Namun sampai saat inipun, aku akan terus mencoba memperbaiki. Semuanya terkuak, dalam satu lingkaran, terbentuklah WISHASTA, bukan sesuatu yang cantik atau sempurna. Tapi WISHASTA lah yang mampu mengikat dengan erat dalam sekejap. Keinginan besar untuk terus mengabdi kepada UKM MAPALA MATAJALA sudah kita coba tanamkan pada lubuk hati terdalam. Harapannya, apapun yang terjadi, WISHASTA akan terus berusaha mengikat erat semua keluarga MAPALA MATAJALA terutama aku ucap dan aku abadikan di hati kata “ Terima Kasih” yang sedalam- dalamnya karna mau menerima kami menjadi bagian dari keluarga MAPALA MATAJALA UMNU KEBUMEN.

Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan :

·         Yang pertama, Terima kasih. Untuk segala hal. Untuk seluruh kakak pendiri dan kakak senior, tanpa kalian, mungkin melangkah pun sulit apalagi berjalan.

·         Yang kedua, dari semua hal yang aku dapat. 1 yang paling membuat aku terus bangga terhadap kalian. Karna kalian mengantarkan kami kepada 1 “ KELUARGA” yang luar biasa.

Untuk rumput yang tidak sengaja terinjak, terima kasih. Untuk tanah licin yang menjatuhkan, salam rindu. Untuk angin yang meniup kencang, terima kasih karna telah memberikan kesejukan. Dedaunan yang melambai, jangan gugur. Ranting yang tak sengaja kupatahkan, tumbuhlah lagi jangan rapuh. Air yang mengalir, terima kasih telah mengobati dahagaku. Bukan kata istimewa yang kubuat. Ini hanya luapan rindu yang terpendam dalam lubuk. @wf.maulida_ )

 Sekian, Terima kasih.

 Salam Lestari!

Matajala jaya jaya jaya!

 

                                                                                                   

 

 

Cerita Pengalaman menjadi anggota Mapala MATA JALA UMNU Kebumen

 

DAGING PILIHAN



Halo sahabat alam! Salam kenal aku Amri ‘Inayah salah satu bagian dari anggota Mapala Mata Jala UMNU Kebumen. Eitss bagi kalian yang belum tau mapala jangan sampe salah mengartikan ya! Mapala sadalah singkatan dari mahasiswa pecinta alam bukan mahasiswa paling lama hihi. Mata jala sendiri berdiri pada tanggal 30 april 2016 dan baru saja merayakan harlah yang ke 5. Mata jala merupakan UKM pertama di UMNU Kebumen loh.

Sebelum menjadi anggota tetap Mata Jala, kita harus melewati beberapa tahapan diantaranya: pendidikan dasara (diksar), pendidikan lanjut (dikjut) dan penetapan. Setelah melewati tahapan itu semua, barulah kita bisa menjadi kader tetap Mata Jala.

Pada bulan desember 2019, aku dan 6 teman yang lain mengikuti pendidikan dasar yang diadakan di alas wonolontos, kecamatan karanggayam. Sebelumnyanya kita pun sudah dibekali materi tentang SAR dan juga Gunung Hutan.

Saat itu, angkatanku terdiri dari 7 orang, yaitu aku, syukron, mahfud, lisna, chintya, lilis dan juga rohmah. Lebih banyak cewe nya memang. Beberapa dari kita belum pernah kenal sebelumnya jadi maklum lah kalau kadang masih merasa asing dan sungkan.

Saat sampai di lokasi yang dituju, kita pun langsung mendirikan bivak. (oh malam pertama) batinku. Kita pun memasak bersama untuk pertama kalinya. Apesnya, nasi yang kita masak gosong. Ternyata kita salah metode saat masak nasi itu. Selain gosong, setengah dari nasi di rantang pun tumpah. Ah ada-ada saja. Namun, hal tersebut malah menciptakan rasa kekeluargaan yang sangat erat.

Setelah kasus nasi gosong dan tumpah, kita pun melanjutkan agenda yang sudah terjadwal. Lagi-lagi kita ceroboh karena tidak melihat rundown acara. Peluit pun terdengar nyaring dengan suara laki-laki yang lantang dan sedikit berat. Kita pun berlarian menuju lokasi dengan medan yang sedikit menanjak dengan carier di punggung. (ini kali pertama aku lari-lari bawa carier). Saat itu, semuanya pun dimulai.

Ternyata tindakan kita sudah dipantau sejak awal kita melakukan pertemuan. Tentang manajemen waktu, manajemen perjalanan, manajemen tempat dan banyak lagi. Aku baru sadar kalau hal-hal itu memang benar-benar harus diperhatikan terlebih karena kita di lalam bebas.

Malam itu, tiba-tiba gemuruh terdengar dengan suara angina dari kejauhan. Akan datang hujan, pikirku. Tak lama, suara itu pun mendekat dan hujan pun mengguyur kita di wonolontos. Hujan nyatanya tidak menghalangi agenda kita pada saat itu. Namun, setelah semua agnda malam itu selesai salah satu angkatan kami sakit. “Ada suara peluit” kataku pada chintia. Ku pikir peluit itu tanda dari panitia. Tiba-tiba aku mendengar suara langkah kaki mendekat ke bivak kami.

Mba lilis yang sakit pun segera mendapat pertolongan pertama dari panitia. Ternyata saat itu mba lilis masih mengenakan pakaian yang sama setelah terguyur hujan deras tadi.

Keesokan harinya, kita melakukan senam sebelum berkegiatan. Nyatanya alunan “kewer-kewer” itu, berhasil membuat kita tertawa tebahak-bahak ditambah aksi dari mas dono sang instruktur senam yang sangat totalitas saat itu.

Selepas itu, agenda kita yaitu survival. Kami dibagi menjadi 2 tim. Tim pertama yaitu aku, syukron dan lisna. Sedangkan tim 2 yaitu mahfud, chintya, lilis dan rohmah.

Saat survival, kami merasa bosan dengan tanpa bahan candaan. Akhirnya saat kita beristirahat, aku pun nyeletuk “kaya kiye ya, nasibe dadi bojone tukang becak. Anak sing mbarep njaluk motor FU. Sing ragil jere pengin ndang mbojo. Mumet mumet” (sambil berkipas-kipas dengan topi). Ternyata syukron membalas guyonanku. “sabar ya mak. Pancen urip kudu disyukuri, bisa mangan uis Alhamdulillah”. Tak disadari, suara lisna pun terdengar “ya uis dede manut pak, mak. Ora papa kakang sit dituknna motor FU.” Kita pun saling menatap dan tertawa.

Setelah guyonan tadi, kita segera mencari bahan makanan. Ada pohon pisang yang tentunya dengan buahnya pada saat itu. Awalnya, kita merasa sungkan untuk memetiknya namun salah satu dari kita tiba-tiba berujar “memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya” – kode etik pecinta alam nomor 2. Tak lama, kita pun segera memetik beberapa pisang itu.

Tak ada waktu tanpa guyonan. Lisna kembali nyeletuk “panda mangan pring ora mati. Menungsa mangan pring ya ora mati”. Hampir saja sukron melempar pisang-pisang itu ke arah lisna saking glemeteknya.

Terlepas dari guyonan yang receh itu, ternyata senja begitu cepat muncul. Kita pun berbagi tugas. Ada yang memasak,mengambil air, sholat dan ada juga yang tiba-tiba berteriak “eh ayam.. ayam. Itu ayam”. Sontak semua orang yang sedang di area bivak itu kaget dan segera bahagia dengan sedikit bingung “mana ayam, mana?”

“itu loh ayam.. itu”. Tak lama syukron pun langsung siap-siap menangkap ayam itu dan.. tiba-tiba benda yang dianggap ayam itu pun kempes. Sontak, semua orang tertawa karena yang dikira ayam hanyalah kantok kresek yang menggelembung dan si syukron merasa sebel telah ditipu oleh mba lilis.

Aku sempat percaya kalau ada ayam yang datang karena saat survival, kita sempat berpapasan dengan ayam hutan namun ia belari sangat kencang.

Kita pun melanjutkan memasak dengan terus diselingi guyonan ayam kresek tadi. Ada lagi yang tiba-tiba nyeletuk “kita loh di sini selalu makan sama daging” dengan menujukkan bungkusan kecil berwarna kekuning-kuningan. “masako dengan daging pilihan” lagi-lagi semuanya tertawa.

Malamnya, belajar dari hal-hal sebelumnya kita lebih memantau rundown acara. Sampai sampai saat peluit belum berbunyi kita sepakat untuk naik ke lokasi lebih awal 5 menit dari jadwal. Saat malam terakhir itu, kita bersama-sama membentuk lingkaran dan mengangkat tangan kita dengan berkata “matajala, jaya jaya jaya!” hingga terdengar ke pos panitia.

Malam itu, ada hal-hal yang belum kami tahu kalau syukron mengalami kendala saat push up karena tanganya pernah di operasi, lisna kakinya sakit karena menuruni gundukan dengan cepat, dan rohmah yang kondisinya mulai drop.

Dari hal-hal itu, akhirnya kita sadar bahwa kita adalah keluarga. Seperti tubuh yang salah satu anggota badannya sakit, maka yang lain pun akan turut merasakan itu. Kepedulian, kekompakan, solidaritas dan kekeluargaan benar-benar kami rasakan pada malam terakhir ini.

Manusia memang tidak bisa hidup sendirian. Alam lah yang akhirnya benar-benar membuktikan hal itu.

Esoknya kita masih dihadapkan dengan agenda terakhir yaitu SRT. Setelahnya kita pun membongkar bivak dan mengemas barang-barang kita. Tak lupa kita pun masih guyon dengan persoalan si ayam kresek dan juga daging yang kita makan sehari hari saat di alas wonolontos, si daging pilihan. Sejak saat itu, angkatan kita lebih dikenal dengan angkatan “ayam kresek” dan juga “daging pilihan”.

Rasanya baru kemarin aku mengenal mereka namun, aku benar-benar merasa kita adalah keluarga.

Terimakasih matajaa.

*InayBabon

Salam Lestari!

Matajala jaya jaya jaya!

DAFTAR MAPALA SE - KABUPATEN KEBUMEN


 
DAFTAR MAPALA SE - KABUPATEN KEBUMEN

TAHUN 2021


1. MAPALASTA  "IAINU KEBUMEN"  Jl. Tentara Pelajar No.55 B, Panggel, Panjer, Kec. Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54312 - Somad ( 082138181055 )

2. MATA JALA  "UMNU KEBUMEN"  Jl. Kusuma No.7, Wonoyoso, Bumirejo, Kec. Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54316 - Daud ( 085643479430 )

3. TRABAS  "UPB (Univ Putra Bangsa) KEBUMEN"  Jl. Ronggowarsito No.18, Sudagaran, Kedawung, Kec. Pejagoan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54361 - Fajar ( 089671464363 )

4. PALASIGO  "STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG"  Sangkalputung, Gombong, Kec. Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54411 - Rahma ( 0895380062606 )



 

Foto Bersama dengan seluruh Komunitas / Pegiat alam yang hadir

KEBUMEN-  Tanggal 21 Februari itu dikenal di telinga masyarakat Indonesia adalah Hari “Peduli Sampah Nasional” yang kemarin bertepatan pada hari Selasa, 21 Februari 2017 di Kabupaten Kebumen ada Aksi Nyata  “212” yang di gagas oleh komunitas pegiat alam di Kebumen yang belum terlalu lama berdiri di Kota Beriman ini, yaitu Komunitas (PI) Pendaki Indonesia korwil Kebumen.
Pada kesempatan itu komunitas tersebut menggagas sebuah acara AKSI PUNGUT SAMPAH “Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional” HPSN 2017 dengan menggandeng / mengundang semua komunitas-komunitas di Kebumen atau para Pegiat Alam di Kebumen yang betempat di Pantai Setrojenar Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen.


brosur acara HPSN 2017


Aksi ini berawal dari minimnya kepedulian masyarakat di Kebumen dengan bahaya sampah di lingkungan sekitar, terutama di tempat-tempat wisata di Kebumen yang masih banyak sampah berserakan hasil dari para wisatawan maupun hasil dari buangan dari aliran sungai di sekitar pantai tersebut[wisata pantai], maka beberapa komunitas / pegiat alam di Kebumen pun mulai banyak yang sadar akan manfaat dari acara bersih pantai atau penghijauan lainya,

Kembali lagi ke topik Aksi Nyata 212 HPSN 2017 di Pantai Setrojenar, Acara tersebut yang dilaksanakan pada hari Selasa, 21 Februari 2017 dengan dimulai pada pukul 15.00 WIB dan sudah mendapat izin dan mendapat apresiasi serta dukungan dari pihak pengelola pantai Setrojenar.
Pada hari itu di Kabupaten Kebumen hampir menyeluruh dari pagi  sampai siang hari diguyur hujan deras tanpa henti, dan membuat para panitia bikin kurang semangat dan timbul rasa pesimis, tetapi pada siang hari hujan pun mulai reda dan cuaca menjadi cerah membuat para pegiat alam di Kebumen pun ikut senyum cerah dan semangat untuk berpartisipasi di acara AKSI PUNGUT SAMPAH tersebut, pada pukul 14.00 WIB, beberapa rombongan peserta dari berbagai komunitas ada yang sudah kumpul di Alun-Alun Kebumen dan ada juga yang langsung datang ke TKP, tepat pukul 15.00 sudah banyak peserta yang kumpul di Pantai Setrojenar dari berbagai kalangan/komunitas/kelompok yang kumpul menjadi satu untuk brefing dan pembukaan acara yang di buka oleh Koordinator acara dari komunitas (PI) Pendaki Indonesia yaitu Mas Saryono “Sherlock” dan Mba Susi Lestari, walaupun banyak yang belum hadir dari beberapa komunitas/pegiat alam yang sudah mendaftarkan diri ke Panitia tetap saja acara langsung dimulai dengan membagi trashbag / kresek ke setiap individu untuk menaruh sampah-sampah hasil pungutan di sekitar pantai tersebut, dengan cara kerja dibagi menjadi dua kelompok, start dari titik tengah dengan satu kelompok ke arah timur dan satunya lagi ke arah barat dan kedua kelompok akan kembali lagi titik tengah, serta sampah yang di semua kresek di kumpulkan menjadi satu di tempat pengumpulan sampah Wisata Pantai Setrojenar.



Acara ini semakin sore semakin ramai dan semangat dengan datangnya peserta yang telat hadir di acara tersebut, dilihat dari daftar hadir peserta mencapai angka sekitar 80 an peserta dari semua kalangan dan itupun ada yang belum/lupa untuk mengisi daftar hadir, peserta acara ini meliputi dari PI (Pendaki Indonesia), MAPALA “TRABAS” STIE PUTRA BANGSA, MAPALA “PALASIGO” STIKES GOMBONG, MAPALA IAINU KEBUMEN, MAPALA “MATA JALA” UMNU KEBUMEN, MAPALA “DHARTAPALA” POLITEKNIK DHARMA PATRIA KEBUMEN, MAPALA AMIK PGRI KEBUMEN, UPL (Unit Peduli Lingkungan) UMNU KEBUMEN, SISPALA SMA 2 KEBUMEN , KEPARAT (Kebumen Punya Anak Rantau), BK (Berita Kebumen), Komunitas KSC (Kebumen Sosial Care)  dan dari komunitas serta  individu lainya.


Saat Acara di isi dengan perkenalan dan Quis

Proses pemungutan sampah

saat teman-teman sedang istirahat sambil minum untuk melepas rasa haus :D

Event ini yang di isi dengan berbagai acara menarik seperti perkenalan dari semua komunitas/pegiat alam yang hadir, ada Quis untuk para peserta dan yang bisa menjawab Quis tersebut akan mendapat Doorprize dari Panitia berupa Pin PENDAKI INDONESIA korwil KEBUMEN serta Kaos RINJANI yang dibawa langsung hasil oleh-oleh salah satu anggota #PI Kebumen yang kemarin habis mendaki di Gunung Rinjani, setelah memasuki pukul 17.00 WIB acara pun di tutup dan dilanjut dengan sesi dokumentasi bersama, setelah acara dokumentasi bersama yang tidak ada hentinya, ada yang lanjut pamit pulang karna waktu sudah cukup sore dan ada pula yang lanjut menikmati kopi sore dan menikmati matahari terbenam di Pantai Setrojenar.
Dan dari kita yang mengatas namakan dari kelompok MAPALA” MATA JALA” UMNU KEBUMEN sangat sangat berterimakasih kepada para panitia ataupun penggagas acara tersebut serta semua peserta HPSN 2017 di Pantai Setrojenar kemarin, karena dengan adanya event ini maka Alam di Kebumen ini khususnya tempat wisata di Kebumen akan lebih banyak yang peduli akan bersih dari sampah, serta masyarakat Kebumen pun akan semakin banyak yang sadar pentingnya hidup sehat, hidup bersih dari sampah dan timbul kreativitas-kreativitas untuk mengolah/ mendaur ulang sampah menjadi barang kerajinan yang menghasilkan ekonomi yang lebih baik, dan manfaat untuk kami yang merupakan Kelompok UKM di Kampus Universitas Maarif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen yang baru tahun kemarin berdiri dengan nama MATA JALA (Mahasiswa Tadhabur Jelajah Alam) yang tugasnya juga untuk membantu kelompok-kelompok atau masyarakat Kebumen untuk membersihkan sampah di Lingkungan sekitar, serta melakukan penghijaun di Kota Beriman ini, ini semua merupakan pengalaman berharga serta pelajaran yang tidak di sia-siakan untuk kami yang masih proses merintis ataupun merangkak dari bawah, dengan bisa ketemu, sharing dan terjun bareng dengan pegiat-pegiat alam dari Kebumen lainya di event ini, jika ada event seperti ini lagi ataupun event untuk semua pegiat alam di Kebumen insyaalloh kami dari MATA JALA tidak untuk menyia-nyiakan ikut serta dan bergerak bersama, dari UMNU KEBUMEN juga kemarin ada satu Kelompok UKM saudara MATA JALA :D , yaitu UPL (Unit Peduli Lingkungan) UMNU Kebumen, Kalian Luar biasa untuk Lingkungan di Kebumen ini, Kita sama-sama dari UMNU yang peduli alam dan lingkungan ini, mari kita lebih banyak terjun untuk Kebumen dan kita sering-sering be- kerja sama dalam hal itu semua.. Terimakasih (Muslih dan Semua punggawa MATA JALA) 

Foto bersama teman-teman #PI Kebumen dengan beberapa dari Mapala "TRABAS" STIE PUTRA BANGSA KBM

Foto bersama #PI Kebumen dengan Mapala IAINU Kebumen

Foto bersama #PI Kebumen dengan Mapala "PALASIGO" STIKES GOMBONG

Foto Bersama #PI Kebumen dengan Mapala "MATA JALA" UMNU Kebumen

Foto SISPALA SMA 2 Kebumen menggunakan bendera #PI Kebumen

Foto bersama Ladies Mapala TRABAS STIE PUTRA BANGSA Kebumen

Foto bersama teman-teman KEPARAT (Kebumen Punya Anak Rantau)

Foto bersama teman-teman Mapala TRABAS STIE PUTRA BANGSA Kebumen

Foto bersama Mapala MATA JALA dengan UPL(Unit Peduli Lingkungan) UMNU Kebumen

Foto bersama #PI Kebumen dengan adik adik dari SISPALA SMA 2 Kebumen

Foto bersama teman-teman Mapala IAINU Kebumen


Dengan adanya event ini yang di pelopori oleh #PI KEBUMEN akan banyak membuat masyarkat sekitar atau masyarakat Kabupaten Kebumen ataupun yang terutama para pegiat-pegiat alam di Kabupaten Kebumen akan pentingnya Lingkungan/ Alam kita ini bersih dari sampah, dengan bersihnya sampah di alam kita ini maka alam juga ikut senang dengan kita semua, tidak ada banjir, tidak ada tanah longsor maupun alam yang tercemar oleh sampah, Semoga setelah Hari Peduli Sampah Nasional ini masih ada yang mengadakan event seperti ini  bahkan yang lebih bermanfaat lagi, Mari Hijaukan Alam kita ini... Mari kita Lindungi dan Jaga Alam ini supaya tidak rusak sampai di masa anak cucu kita mendatang.. Salam Lestari.

 

Hubungi Kami

Nomor Whatsapp :

+62 856 4347 9430

Alamat :

Lantai 1, Gedung UMNU Kebumen,
Jl. Kusuma No.7, Wonoyoso, Bumirejo, Kec. Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah

Email :

matajalaumnukebumen@gmail.com