Cerita Pengalaman menjadi Anggota Mapala MATA JALA UMNU Kebumen
SECUIL KELUARGA MUNGIL WISHASTA by MAPALA MATAJALA UMNU KEBUMEN
Halo kak! Sebelumnya aku akan menulis sebuah
kutipan kecil yang terinspirasi dari lubuk hati yang paling dalam. Sebelumnya
terima kasih untuk semua kakak pendiri, dan seluruh senior. Izinkan aku menceritakan
pengalamanku dan menuliskan seluruh hal yang ingin kusampaikan. Oke langsung
saja
Semua cerita berawal dari minatku terhadap UKM
MAPALA MATAJALA. Sebenarnya bukan karena aku merasa bahwa fisik yang aku miliki
ini kuat. Bukan juga tentang hobi yang melekat. Aku, Wafi Maulida Laeli,
kelahiran Kebumen, 06 Juli 2002 yang memang dari awal sudah langsung jatuh
cinta semenjak ada suara yang menyebut kata MATAJALA. Memang sih dari SMA aku
punya keinginan suatu saat jika aku meneruskan sekolah di perguruan tinggi, aku
ingin mengikuti sebuah UKM yang mengabdikan semangatnya untuk Alam. Nah, pas
banget nih aku ketemu sama kakak yang sangat cantik lalu memutuskan untuk bergabung
ke dalam UKM MAPALA MATAJALA. Mulai dari situ aku bukannya tambah semangat
namun tambah insecure. Karna pada dasarnya ini pengalamanku yang pertama kali,
bergabung dengan orang- orang hebat. Bahkan setiap meet up aku pun tidak pernah
ikut. Alasannya sepele, Cuma karna bebarengan dengan jam kerja atau paling
sering ya karna sakit.
Surat pemberitahuan tersampaikan padaku, stay
diksar 25 Februari sampai selesai. Sebelumnya
kakak senior mengadakan latihan fisik di kampus, lagi- lagi aku nggak bisa ikut
karena harus isolasi mandiri. Bahkan aku belum tau menau soal diksar itu. Yang
aku fikirin ya layaknya camping. Menaiki sepeda motor, berjalan naik turun
bagiku itu bukan hal yang menyebalkan, aku sangat suka walaupun terkadang
perutku suka kambuh. Kecapean sedikit langsung demam. Itulah aku hehe, Selama diksar, banyak hal yang ku temui, yang
pertama adalah Keluarga baruku. Yah betul, nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang
kamu dustakan. Aku merasa menjadi orang paling beruntung, ketika dalam sekejap
aku memiliki keluarga yang sangat kubanggakan. Suka duka dalam beberapa malam
mampu terbendungi dan tertata dengan rapi. Belum sempurna, tentu bukan berarti
aku dan keluarga baruku tidak memiliki kesalahan. Namun sampai saat inipun, aku
akan terus mencoba memperbaiki. Semuanya terkuak, dalam satu lingkaran,
terbentuklah WISHASTA, bukan sesuatu yang cantik atau sempurna. Tapi WISHASTA
lah yang mampu mengikat dengan erat dalam sekejap. Keinginan besar untuk terus mengabdi
kepada UKM MAPALA MATAJALA sudah kita coba tanamkan pada lubuk hati terdalam. Harapannya,
apapun yang terjadi, WISHASTA akan terus berusaha mengikat erat semua keluarga
MAPALA MATAJALA terutama aku ucap dan aku abadikan di hati kata “ Terima Kasih”
yang sedalam- dalamnya karna mau menerima kami menjadi bagian dari keluarga
MAPALA MATAJALA UMNU KEBUMEN.
Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan :
·
Yang pertama, Terima kasih. Untuk
segala hal. Untuk seluruh kakak pendiri dan kakak senior, tanpa kalian, mungkin
melangkah pun sulit apalagi berjalan.
· Yang kedua, dari semua hal yang aku dapat. 1 yang paling membuat aku terus bangga terhadap kalian. Karna kalian mengantarkan kami kepada 1 “ KELUARGA” yang luar biasa.
Untuk rumput yang tidak sengaja terinjak, terima kasih. Untuk tanah licin yang menjatuhkan, salam rindu. Untuk angin yang meniup kencang, terima kasih karna telah memberikan kesejukan. Dedaunan yang melambai, jangan gugur. Ranting yang tak sengaja kupatahkan, tumbuhlah lagi jangan rapuh. Air yang mengalir, terima kasih telah mengobati dahagaku. Bukan kata istimewa yang kubuat. Ini hanya luapan rindu yang terpendam dalam lubuk. ( @wf.maulida_ )
Sekian, Terima kasih.
Matajala
jaya jaya jaya!

0 Comments:
Posting Komentar